Ini ada beberapa peribahasa indonesia yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari:
Ada asap ada api.
Tak dapat dipisahkan, munculnya
suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.
Ada gula ada semut.
Ada gula ada semut.
Di mana banyak kesenangan di
situlah banyak orang datang.
Ada udang di balik batu.
Ada udang di balik batu.
Ada suatu maksud yang
tersembunyi..
Air susu dibalas dengan air tuba.
Air susu dibalas dengan air tuba.
Kebaikan dibalas dengan kejahatan
/ keburukan..
Air tenang menghanyutkan.
Air tenang menghanyutkan.
Orang yang pendiam biasanya
banyak pengetahuannya.
Bagai api dengan asap.
Bagai api dengan asap.
Tidak dapat dipisahkan.
Bagaikan burung di dalam sangkar.
Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
Bagai kacang lupa akan kulitnya.
Tidak tahu diri, lupa akan
asalnya.
Bagai katak dalam tempurung.
Bagai katak dalam tempurung.
Sangat sedikit pengetahuannya,
kurang luas pandangannnya.
Bagai musuh dalam selimut.
Musuh dalam kalangan / golongan
sendiri.
Bagai pungguk merindukan bulan.
Bagai pungguk merindukan bulan.
Seseorang yang merindukan
kekasihnya, tetapi cintanya tak terbalaskan.
Bagai telur di ujung tanduk.
Bagai telur di ujung tanduk.
Sesuatu keadaan yang sangat
sulit.
Bagaikan air dengan minyak.
Bagaikan air dengan minyak.
Tak dapat bersatu.
Bagai air di daun talas.
Bagai air di daun talas.
Selalu berubah-ubah atau tidak
tetap pendiriannya.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Bersama-sama dalam suka dan duka,
baik buruk sama-sama ditanggung.
Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Biarpun banyak rintangan dalam
usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
Bertepuk sebelah tangan.
Bertepuk sebelah tangan.
Kebaikan yang hanya dari satu
pihak.
Besar pasak daripada tiang.
Besar pasak daripada tiang.
Besar pengeluaran daripada
pendapatan.
Bumi tidak selebar daun kelor.
Bumi tidak selebar daun kelor.
Dunia tidak sempit.
Cepat kaki ringan tangan.
Cepat kaki ringan tangan.
Suka menolong sesama umat.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Kita harus menyesuaikan diri
dengan adat dan keadaan tempat tinggal yang kita tempati.
Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi.
Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi.
sama kedudukannya ( tingkatannya
atau martabatnya ).
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak / Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat.
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak / Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat.
Kesalahan / aib sendiri yang
besar tidak tampak, kesalahan / aib orang lain meskipun sedikit tampak jelas.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Orang terkenal jika ia mati dalam
beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya.
Gali lubang, tutup lubang.
Gali lubang, tutup lubang.
Berhutang untuk membayar hutang
yang lain.
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Kelakuan orang bawahan selalu
mencontoh kelakuan atasannya..
Habis manis sepah dibuang.
Habis manis sepah dibuang.
Sesudah tidak berguna lagi lalu
dibuang / tidak dipedulikan lagi.
Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.
Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.
Orang yang hidup hemat akan
menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi pandai.
Jauh di mata dekat di hati
Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.
Kecil-kecil cabai rawit.
Kecil, tetapi cerdik / pemberani
/ membahayakan.
Lain di bibir lain di hati.
Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.
Lempar batu sembunyi tangan.
Melakukan sesuatu, kemudian
berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.
Lidah tak bertulang.
Mudah saja mengatakan /
menjanjikan sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya.
Nasi sudah menjadi bubur.
Sudah terlajur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.
Nasi sudah menjadi bubur.
Sudah terlajur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.
Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Sekali melakukan pekerjaan,
beberapa maksud tercapai.
Tak ada gading yang tak retak.
Tak ada gading yang tak retak.
Tidak ada sesuatu yang tidak ada
cacatnya.
Tiada rotan akarpun jadi.
Tiada rotan akarpun jadi.
Kalau tidak ada yang baik, yang
kurang baik pun boleh juga.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar