Laman

WELLCOME TO MY BLOG,SEMOGA BLOG INI DAPAT BERMANFAAT BUAT ANDA... SARAN DAN KRITIK SAYA TUNGGU UNTUK KEMAJUAN BLOG INI .

Sabtu, 08 Desember 2012

Peribahasa Indonesia


 Ini ada beberapa peribahasa indonesia yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari:



Ada asap ada api.
Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.


Ada gula ada semut.
Di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang.


Ada udang di balik batu.
Ada suatu maksud yang tersembunyi..


Air susu dibalas dengan air tuba.
Kebaikan dibalas dengan kejahatan / keburukan..


Air tenang menghanyutkan.
Orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.


Bagai api dengan asap.
 Tidak dapat dipisahkan.

Bagaikan burung di dalam sangkar.
Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.

Bagai kacang lupa akan kulitnya.
Tidak tahu diri, lupa akan asalnya.


Bagai katak dalam tempurung.
Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.

Bagai musuh dalam selimut.
Musuh dalam kalangan / golongan sendiri.


Bagai pungguk merindukan bulan.
Seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tak terbalaskan.


Bagai telur di ujung tanduk.
Sesuatu keadaan yang sangat sulit.


Bagaikan air dengan minyak.
Tak dapat bersatu.


Bagai air di daun talas.
Selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendiriannya.


Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung.


Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.


Bertepuk sebelah tangan.
Kebaikan yang hanya dari satu pihak.


Besar pasak daripada tiang.
Besar pengeluaran daripada pendapatan.


Bumi tidak selebar daun kelor.
Dunia tidak sempit.


Cepat kaki ringan tangan.
Suka menolong sesama umat.


Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Kita harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal yang kita tempati.


Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi.
sama kedudukannya ( tingkatannya atau martabatnya ).


Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak / Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat.
Kesalahan / aib sendiri yang besar tidak tampak, kesalahan / aib orang lain meskipun sedikit tampak jelas.


Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Orang terkenal jika ia mati dalam beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya.


Gali lubang, tutup lubang.
Berhutang untuk membayar hutang yang lain.


Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Kelakuan orang bawahan selalu mencontoh kelakuan atasannya..


Habis manis sepah dibuang.
Sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang / tidak dipedulikan lagi.


Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.
Orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi pandai.

Jauh di mata dekat di hati

Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

Kecil-kecil cabai rawit.
Kecil, tetapi cerdik / pemberani / membahayakan.

Lain di bibir lain di hati.
Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

Lempar batu sembunyi tangan.
Melakukan sesuatu, kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.

Lidah tak bertulang.
Mudah saja mengatakan / menjanjikan sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya.


 Nasi sudah menjadi bubur.
 Sudah terlajur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Sekali melakukan pekerjaan, beberapa maksud tercapai.


Tak ada gading yang tak retak.
Tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.


Tiada rotan akarpun jadi.
Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga.


Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar